Masih terngiang jelas dalam bayangku, ketika aku di luluskan oleh sebuah Sekolah Menengah Atas, aku merangkai mimpi2 indah ku utnuk melanjutkan pendidikan ku ke perguruan tinggi.. dan pasti itu perguruan tinggi yang menjadi impian setiap anak, perguruan tinggi negeri, ternama,
sudah aku bagi-bagikan impian itu menjadi sebuah perca perca harapan dimna saat nya aku akan mengenakan JAS KAMPUS HIJAU itu. Dimana aku Harus ikut berorasi, menemukan teori-teori baru yang belum pernah aku dengar.
Kini Impian itu menjadi nyata... ya nyata.. aku sudah duduk di universitas ternama yang dulunya hanya sebuah iming-iming.. kini aku telah bisa merasakn bagaimana mengenakan JAS HIJAU itu.. aku sudah mendapatkan teori itu... bahkan aku sudah bisa menikmati indahnya dunia kampus itu..termasuk seorang mahasiswi cantik yang kini slalu setia bersamaku setiap harinya :*
Tapi ada satu yang terlupakan saat aku ingin merangkai mimpi2 itu saat SMA, aku tak pernah memikirkan bagaimana keadaan didalam, bagaimana sistem didalam, bagimana cara mendidik mahasiswa didalam, bagaimana penilain yang PANTAS DAN GAK PANTAS
Begini kah mimpi2 yang sebenarnya ?
beginikah sistem yang sebenarnya ?
Ironis... ya ironis.
suatu ritual yang harus di jalani mahasiswa di kampus adalah "UJIAN" sama halnya ketika aku masih bernaung di masa SMA, ketika sedang menghadapi ujian, aku mengurung diri di kamar.. belajar yang akan di ujiankan.
tapi ada satu hal yang sangat membedakan setelah aku duduk di KAMPUS yang dulu hanya MIMPI.
karna di kampus ku ini, NIlai itu hanya sebuah lucky, yaa keberuntungan... jika kita punya keberuntungan yang begitu wahhh. tak perlu belajr teori, tak perlu mengurung diri di kamar untuk belajar, bahkan tak perlu rutin masuk kampus, tak perlu kenal dosen, tak perlu beli buku. "KITA BISA MENDAPAT NILAI YANG LUAR BIASA" tapi jika kita tidak punya keberuntungan,, sepintar apapun, se detail apapun jawaban kita, serajin apapun dtang ke kampus,, "KITA TETAP AJA MENDAPAT NILAI YANG SANGAT TIDAK BAIK"
"inilah kampus ku yang begitu di agungkan orang2.. inikah kampus ku yang begitu di iming2kan orang"?
hanya sebuah perenungan, bagaimana aku ? aku ? aku adalh orang yang jauh dari keberuntungan, tapi aku ingin tetap belajar.. aku ingin lulus, aku ingin dapat nilai yang bagus dan ADILLLLLL. tapi itu lah sekarang yang menjadi mimpi ke-2 ku setelah aku masuk di kampus yang begitu teristimewa ini.
memang... tidak semua para pemberi ilmu yang ada di kampus itu melakukan praktek "LUCKY" tapi tetap lah ada... terkadang masih ada sebuah keadilan yang kami terima dari pemberi ilmu itu, tapi kenapa tidak seperti itu semua ?
bagiamana kami menjadi manusia berkualitas ketika sang pemberi juga TIDAK BERKUALITAS ?
bagaimana kami bersikap jujur dan adil ketika sang penasehat dan pemberi tak BISA JUJUR DAN ADIL ?
apakah Nilai-nilai itu akan terus menjadi mimpi bagi kami orang yang tidak beruntung ? mengapa kami tak bisa memebrikan prediksi dengan hasil yang telah kami jalani ? yang kami lakukan ketika menunggu nilai adlah berharap keajaiban, kebrutnungan. beginikah ciri2 sebuah pendidikan yang sebenarnya ?
Memang.. bukan nilai yang menjadi persoalan.. tetapi PROSES... yaa PROSES pemberian NILAI ITU yang tidak bisa kami terima wahai manusia pemberi nilai yang TIDAK ADIL. Kami ingin prosesnya itu nyata, real, bukan hanya sebuah hasrat dan ke ego an mu saja..atau jangan2 mereka memberi nilai sambil menutup mata?? (siapa tau hehe)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar